Senin, 20 Mei 2013

SBY: Saya Tak Pernah Tawarkan Yenny Posisi di Demokrat


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah pernah melakukan tawar menawar politik dengan putri mendiang Gus Dur, Yenny Wahid. SBY juga memastikan tidak pernah menawarkan posisi buat Yenny di Partai Demokrat.
"Saya tidak pernah menawarkan posisi ini itu untu Mbak Yenny. Apalagi (rumor) Yenny yang mengharapkan posisi (Wakil Ketua Umum Partai Demokrat) itu. Saya harus klarifikasi itu," kata SBY dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/4) malam.
SBY meminta agar kabar miring tersebut diluruskan sehingga tidak membingungkan masyarakat luas. Jadi, ia menegaskan lagi bahwa tidak benar adanya pembicaraan tawar menawar politik antara dirinya dengan Yenny.
Dia juga menegaskan sebaliknya Yenny tidak pernah mengharapkan posisi sebagai waketum di Partai Demokrat. Padahal sebelumnya gencar diberitakan putri mantan presiden RI ke-4 itu akan menduduki kursi waketum di Partai Demokrat.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Biaya Kampanye Mahal, Caleg Berkualitas Terpental

JAKARTA - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengaku tak yakin akan muncul calon legislatif (caleg) berkualitas jika biaya kampanye masih tinggi. Menurutnya, jika seorang caleg untuk kursi DPR RI butuh dana Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, maka hanya yang bermodal besar saja yang bisa ikut bersaing di Pemilu Legislatif.

Menurutnya, besarnya biaya kampanye berpengaruh kepada orang yang punya kemampuan tetapi tidak memiliki modal. "Mereka hanya menjadi ijon," ujar Bambang dalam diskusi di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta, Rabu (17/4). 

Bambang menjelaskan, kini persoalan yang dihadapi caleg saat datang ke daerah bukan lagi bagaimana memaparkan visi dan misi. Sebab, justru yang penting bagi caleg adalah dana. 

Karenanya pria yang duduk di Komisi III DPR tersebut menegaskan, yang paling efektif justru membagikan uang pada saat-saat terakhir menjelang coblosan. Apalagi, kebanyakan masyarakat di daerah berprofesi sebagai buruh harian. 

Menurutnya, dana yang diberikan itu untuk pengganti hasil kerja hari itu. "Type masyarakat kita ingat yang terakhir beri," tandasnya. (gil/jpnn)

Alasan Angel Lelga Jadi Caleg PPP

Penyanyi dangdut Angel Lelga akan maju sebagai calon anggota legislatif dari PPP pada Pemilu 2014.
Keputusan partai berlambang Kabah itu mengusung Angel sebagai caleg cukup mengejutkan, mengingat Angel tidak memiliki pengalaman dalam dunia politik.

Meski begitu, Ketua Bappilu PPP, Fernita Darwis menyatakan partainya tetap memberikan kesempatan kepada mantan istri Raja Dangdut Rhoma Irama itu. Sebab, saat ditanya di hadapan pimpinan PPP, Angel menyampaikan keseriusan dan alasannya memilih PPP.

"Saya kalau jadi caleg di partai lain menjadi biasa, tapi ketika saya jadi caleg di PPP jadi hal yang luar biasa. Karena saya ingin mencari jati diri di Islam," kata Fernita menirukan ucapan Angel.

Sebagai rumah besar umat Islam, tentu saja pernyataan Angel dinilai sebagai modal besar. Karena selain populer, Angel punya keinginan yang kuat. Perkara keahlian politik, menurut Fernita, semua caleg akan dibekali pendidikan politik saat ditetapkan resmi sebagai DCS.
Dengan sistem pembinaan caleg di setiap dapil yang sudah dimulai sejak 2011 lalu, PPP optimis akan memperoleh suara sebanyak 15 persen di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk perolehan kursi DPR, mereka menargetkan setidaknya 70 kursi bisa diraih. "Kami real, gak gila-gilaan. Itu hasil mukernas partai kemarin," jelas Fernita di Jakarta, Rabu (17/4).

PPP juga akan memaksimalkan perolehan suara di daerah basis PPP. Seperti Jabar, Jateng, Jatim untuk wilayah Jawa. Kemudian Sulsel, Gorontalo, NTB, Kaltim, dan Kalsel untuk Indonesia bagian tengah dan timur.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID