JAKARTA
- Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengaku tak yakin akan
muncul calon legislatif (caleg) berkualitas jika biaya kampanye masih tinggi.
Menurutnya, jika seorang caleg untuk kursi DPR RI butuh dana Rp 1 miliar hingga
Rp 2 miliar, maka hanya yang bermodal besar saja yang bisa ikut bersaing di
Pemilu Legislatif.
Menurutnya, besarnya biaya kampanye berpengaruh kepada orang yang punya
kemampuan tetapi tidak memiliki modal. "Mereka hanya menjadi ijon,"
ujar Bambang dalam diskusi di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta, Rabu (17/4).
Bambang menjelaskan, kini persoalan yang dihadapi caleg saat datang ke daerah
bukan lagi bagaimana memaparkan visi dan misi. Sebab, justru yang penting bagi
caleg adalah dana.
Karenanya pria yang duduk di Komisi III DPR tersebut menegaskan, yang paling
efektif justru membagikan uang pada saat-saat terakhir menjelang coblosan.
Apalagi, kebanyakan masyarakat di daerah berprofesi sebagai buruh harian.
Menurutnya, dana yang diberikan itu untuk pengganti hasil kerja hari itu.
"Type masyarakat kita ingat yang terakhir beri," tandasnya.
(gil/jpnn)

Jaman skrang duit yang bicara broh
BalasHapusPantes pada korupsi pada nyari keuntungan dan berharap balik modal.
BalasHapuscaleg mahal, korupsi juga akhirnya buat balikin modal
BalasHapusuntung kagak ngerti soal politik jadi lumayan terhindar dari korupsi :)
BalasHapussusah sih kalau udah menjadi kebiasaan n membudaya.
BalasHapustapi tetap GANBATTE untuk mengharapkan prubahan dari sistem di negara ni
^^V
ga bisa apa kalo indonesia ga korupsi?
BalasHapusInilah potret negeri kita Indonesia, wakil rakyat kok seperti ini?
BalasHapus