Senin, 20 Mei 2013

Biaya Kampanye Mahal, Caleg Berkualitas Terpental

JAKARTA - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengaku tak yakin akan muncul calon legislatif (caleg) berkualitas jika biaya kampanye masih tinggi. Menurutnya, jika seorang caleg untuk kursi DPR RI butuh dana Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, maka hanya yang bermodal besar saja yang bisa ikut bersaing di Pemilu Legislatif.

Menurutnya, besarnya biaya kampanye berpengaruh kepada orang yang punya kemampuan tetapi tidak memiliki modal. "Mereka hanya menjadi ijon," ujar Bambang dalam diskusi di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta, Rabu (17/4). 

Bambang menjelaskan, kini persoalan yang dihadapi caleg saat datang ke daerah bukan lagi bagaimana memaparkan visi dan misi. Sebab, justru yang penting bagi caleg adalah dana. 

Karenanya pria yang duduk di Komisi III DPR tersebut menegaskan, yang paling efektif justru membagikan uang pada saat-saat terakhir menjelang coblosan. Apalagi, kebanyakan masyarakat di daerah berprofesi sebagai buruh harian. 

Menurutnya, dana yang diberikan itu untuk pengganti hasil kerja hari itu. "Type masyarakat kita ingat yang terakhir beri," tandasnya. (gil/jpnn)

7 komentar:

  1. Pantes pada korupsi pada nyari keuntungan dan berharap balik modal.

    BalasHapus
  2. caleg mahal, korupsi juga akhirnya buat balikin modal

    BalasHapus
  3. untung kagak ngerti soal politik jadi lumayan terhindar dari korupsi :)

    BalasHapus
  4. susah sih kalau udah menjadi kebiasaan n membudaya.
    tapi tetap GANBATTE untuk mengharapkan prubahan dari sistem di negara ni
    ^^V

    BalasHapus
  5. ga bisa apa kalo indonesia ga korupsi?

    BalasHapus
  6. Inilah potret negeri kita Indonesia, wakil rakyat kok seperti ini?

    BalasHapus